iklan responsif

Cara dan Waktu Terbaik Memberikan ASI Bagi Bayi


Rahasiamama.com - Cara dan Waktu Terbaik Memberika ASI Bagi Bayi, Seseorang yang melahirkan apalagi seorang ibu yang memiliki bayi lalu menyusuinya terkesa alami, meskipun hal ini tidak terjadi seketika karena bayi memang dilahirkan untuk menyusui namun bayi tidak mengerti caranya menyusui. sama juga dengan seorang ibu. apalagi payudara seorang ibu yang melahirkan akan terisi secara otomtasi dengan ASI, namun mengetahui cara memberikan ASI secara efektif adalah seni yang harus kamu pelajari. dan meskipun menyusui adalah sifat alami namun  proses tersebut tidak bisa langsung berjalan dengan baik secara alami bagi beberapa orang ibu dan bayinya.

nah ketika kamu akan menyusui pastikan susuilah bayi anda hanya ketika ia merasa lapar. Jika belum ada permintaan, tetaplah menyusui sesering mungkin, kira -kira sebanyak 8-12 kali setiap hari. hal ini tidak hanya akan membuat bayi kamu senang tetapi juga merangsang produksi ASI dalam payudara. namun jika bayi jarang disusui maka payudara akan  mengalami pembengkakan sehingga membuat bayi kamu kekurangan gizi.

Idelanya ketika kamu menyusui haruslah mengosongkan ASI, jika satu payudara tidak dikosongkan, bayi tidak akan memperoleh bagian akhir dari ASI yang dihasilkan mengandung lebih  banyak kalori yang di butuhkan bayi untuk menaikan berat badannya. ASI yang dikeluarkan di tetesan awal merupakan pelepas dahaga sedangkan ASI terakhir adalah untuk menaikan berat badan bayi. jadi jangan pernah menarik puting susu kamu jika bayi belum kenyang.

Dasar-Dasar Dalam Menyusui
  • Pilihalah tempat menyusui yang tenang, sampai bunda dan bayi sama-sama siap untuk mulai melakukan aktifitas menyusui dan pastikan  anda ditempat yang jauh dari gangguan dan tidak bising.
  • Persiapkan air minum di samping bunda sehingga ketika bayi menyusui bunda pun bisa ikut minum. pastikan juga tidak meminum air hangat atau panas agar air tidak tumpah mengenai bayi. siapkan juga camilan agar bunda bisa makan sambil menyusui.
  • Sambil menyusui bunda juga bisa siapkan  majalah atau HP agar bunda saat menyusui tidak merasakan bosan, namun pastikan juga bunda tetap harus bisa berinteraksi dengan sang bayi. dan pastikan tidak ada suara televisi atau dering dan notifikasi HP agar suaranya tidak mengganggu bayi.
  • Pastikan meletakan bayi bunda pada posisi menyamping hingga bayi menghadap puting susu dan pastikan seluruh tubuh bayi menghadap bunda serta perut bertemu perut dan kepala hingga pinggangnya lurus menghadap bunda.
  • Sentuhlah bibir bayi bunda dengan puting susu hingga  mulut sang bayi terbuka lebar seperti sedang menguap. jika bayi memalingkan kepalanya usaplah pipinya denga lembut pada sisi yang dekat dengan bunda. bayi bunda akan  secara reflek memutar kepalanya ke arah payudara.
  • Setelah mulu sang bayi terbuka lebar, dekatkanlah bayi bunda dan jangan mendekatkan payudara bunda ke arah bayi. sebagian besar kesulitan bayi untuk menghisap terjadi karena mencoba untuk mendesakan payudara ke dalam mulut bayi. jagalah punggung bunda tetap lurus dan dekatkanlah bayi bunda ke payudara.
  • Jangan memaksakan puting susu bunda pada bayi yang enggan menyusui. biarkanlah sang bayi yang mengambil inistif sendiri.
  • Pastikan sang bayi menghisap kedua puting susu dan areola di sekelilingnya. menghisap hanya pada puting susu tidak akan menekan kelenjar susu dna dapat  mengakibatkan puting susu luka dan pecah-pecah.
  • Apabila payudara bunda menghalangi hidung bayi, tekanlah payudara bunda sedikit. pastikan ia tidak melepaskan isapannya pada areola.
  • Jika bayi bunda selesai mengusu tetapi masih mengulum payudara, menariknya secara tiba-tiba akan mengakibatkan puting susu bunda terluka, hentikanlah dulu isapnnya dengan menekan payudara atau dengan meletakan jari anda di sudut mulut bayi agar udara masuk.
Pembengkakan Ketika ASI Mulai Keluar

Setelah bunda dan sang bayi mulai mengerti dalam hal pemberian ASI. ketika bayi mulai menghisap susu maka kolostrum akan ikut terhisap juga dan saat itulah setelah bayi selesai menyusui payudara bunda akan kembali terisi setelah beberapa jam dan payudara akan membengkak, mengeras dan  nyeri. hal ini akan membuat bayi bunda merasa tidak nyaman dan frsutasi ketika akan kembali menyusui. namun bunda patut bersyuruk karena proses ini hanya akan memakan waktu 24-48 jam saja, namun di beberapa kesempatan dapat terjadi sampai 1 minggu lamanya.

Nah selama proses pembengkakan terjadi ada bermacam-macam cara untuk mengatasinya seperti :
  • Panaskan. Gunakanlah panas dalam waktu singkat untuk membantu areola dan mendorong keluarnya ASI pada awal sesi menyusui. untuk melakukannya celupkanlah kain penyeka kedalam air hangat, bukan air panas, lalu letaknlah pada areola saja (tidak menutupi puting susu)
  • Pijat : Bunda juga dapat mendorong keluarnya ASI dengan memijat payudara yang sedang diisap oleh bayi bunda. Pijatlah dengan lembut.
  • Dinginkan : Siapkan lah kantong berisi air es atau es batu setelah menyusui untuk mengurangi pembengkakan pada payudara. selain itu bisa juga menggunakan daun kubis caranya adalah dengan  dengan menggunakan lapisa terluar daun kubis yang didinginkan. daun kubis juga berfungsi untuk menurunkan pembengkakan yang terjadi, dan buatlah lubang di tengah daun untuk puting susu.
  • Gunakan pakaian yang sesuai : menggunakan bra menyusui yang pas dengan tali yang lebar dan tanpa tepian plastik. hal ini dikarenakan tekanan yang terjadi pada payudara membuat payudara mu tambah menyakitkan.
  • Teruslah melakukan aktifitas menyusui, jika bayi sedikit menyusui akan membuat payudara bunda semakin sakit, mengeluarkan ASI untuk bayi berfungsi juga untuk menghilangkan pembengkakan pada payudara.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah 5 susun

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel